JEJAK LANGKAH IMAN
Sejarah Perjalanan Gereja BICC berdasarkan penuturan Ibu Rohani, Pdm. Rosmery Hasibuan.
DARI HATI IBU ROHANI
Pdm. Rosmery Hasibuan
"Hanya oleh anugerah Tuhan Yesus dapat melakukan apa yang Tuhan kerjakan, tidak ada yang dapat dilakukan diri sendiri kecuali dengan pekerjaan Roh Kudus."
Panggilan di Lapo Tuak
Awal mula segalanya. Dalam KKR di Bioskop Tuah Sakti, Alm. Pdt. Firman Tampubolon (dikenal sebagai 'Raja Napogos') mendengar suara Tuhan saat sedang minum di lapo tuak jam 1 malam. Beliau meresponi panggilan Tuhan dan bertobat.
Penyerahan Isaac
Saat mengikuti kebaktian di YPII Batu Malang, Tuhan menaruh hikmat untuk mempersembahkan 'buah hati'. Ibu Rosmery menuliskan nama anaknya, Nelson Tampubolon (saat itu 10 tahun), untuk diserahkan melayani Tuhan.
Ibadah Perdana
Dimulailah ibadah minggu pertama di rumah Jl. Sisingamangaraja No. 61. Hanya dihadiri oleh 2 keluarga dan keluarga gembala. Awal yang sederhana namun penuh iman.
Visi Pembangunan & Pergumulan
Sepulang dari seminar Pdt. Paul Yonggi Cho di Korea, hati Alm. Pdt. Firman berkobar membangun gereja besar. Namun tantangan datang: tiang gereja yang dibangun di Jl. Durian dirobohkan orang tak dikenal dalam semalam. Jemaat berdoa dan berpuasa.
Mujizat Perizinan
Tuhan menggerakkan hati Menteri Dalam Negeri saat itu, Bp. Suparjo Rustam, untuk memberikan surat rekomendasi langsung kepada Gubernur Riau. Tanah di Jl. Tuanku Tambusai (lokasi saat ini) berhasil didapatkan.
Harga Sebuah Panggilan
Sepulang dari Korea yang kedua kalinya, Alm. Pdt. Firman Tampubolon memutuskan melayani sepenuh waktu (Full Time). Beliau meninggalkan bisnisnya dan menjual aset usaha sebagai Dealer Utama Suzuki Riau demi pembangunan rumah Tuhan.
Gedung Gereja Berdiri
Dalam waktu 2 tahun (1985-1987), pembangunan gereja selesai. Visi yang Tuhan berikan menjadi kenyataan. Saat itu gereja bernama Gereja Elim.
Joining GBI Gatsu
Gereja bergabung dengan GBI Jl. Jend. Gatot Subroto (GBI Gatsu) di bawah pembinaan Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo. Alm. Pdt. Firman Tampubolon ditahbiskan menjadi Gembala Sidang GBI dan Ketua Rayon 11.
Regenerasi Kepemimpinan
Tongkat estafet diserahkan. Alm. Pdt. Firman Tampubolon menyerahkan penggembalaan kepada anaknya, Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon, yang sudah didoakan sejak kecil.